Info Bisnis

Inilah ISI PERPPU PILKADA 2014 yang di tanda tangani SBY

Written By Putera Gembala on Friday, October 3, 2014 | 8:15 AM

Sobat Antar Berita, akhir-akhi ini berita politik di Indonesia sedang heboh dengan adanya UU pilkada yang pemilihannya di pilih oleh DPRD. Adapun pilkada yang dimaksud adalah pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Banyak yang tidak setuju dengan UU tersebut, sampai dilakukan PK ke MK dan akhirnya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 2 Oktober 2014 menyampaikan Perppu Pilkada 2014 untuk menjawab ketidakpastian payung hukum tentang Pilkada. 

Inilah ISI PERPPU PILKADA 2014 yang telah ditanda tangani oleh SBY, semoga ini menjadi Final dari polemik yang terjadi dalam beberapa minggu ini :

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (2/10/2014) menandatangani dua perppu yaitu Perppu No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sekaligus mencabut UU No 22 tahun 2014 yang mengatur pemilihan tidak langsung oleh DPRD dan Perppu No 2 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menghapus tugas dan kewenangan DPRD untuk memilih kepala daerah sebagaimana tercantum dalam UU No 23 tahun 2014 tentang Pemda.

ISI PERPPU PILKADA 2014
1. Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota langsung oleh rakyat (Pasal 1 angka 1 dan Pasal 2)
2. Mencabut dan menyatakan tidak berlaku UU No 22 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, yang mengatur pelaksanaan Pilkada secara tidak langsung oleh DPRD (Pasal 205).
3. Adanya uji publik calon kepala daerah agar dapat mencegah calon yang integritasnya buruk dan kemampuannya rendah. (Pasal 1 angka 2, Pasal 3 ayat (2), Pasal 5 ayat (3) huruf b, dan Pasal 7 huruf d).
4. Penghematan atau pemotongan anggaran Pilkada secara signifikan (Pasal 3, Pasal 65 ayat (1) huruf c, d, e dan f, serta ayat (2), dan Pasal 200).
5. Pembatasan kampanye terbuka agar menghemat biaya dan mencegah konflik horizontal (Pasal 69).
6. Pengaturan akuntabilitas penggunaan dana kampanye (Pasal 74, Pasal 75 dan Pasal 76).
7. Larangan politik uang dan biaya sewa parpol pengusung yang dapat berdampak pada tindakan penyalahgunaan wewenang (Pasal 47).
8. Larangan kampanye hitam yang dapat menimbulkan konflik horizontal (Pasal 68 huruf c).
9. Larangan pelibatan aparat birokrasi yang meyebabkan Pilkada tidak netral (Pasal 70).
10. Larangan mencopot jabatan aparat birokrasi pasca-Pilkada karena dianggap tidak mendukung calon (Pasal 71).
11. Pengaturan yang jelas, akuntabel dan tranparan terkait penyelesaian sengketa hasil Pilkada (Bab XX Pasal 136 sd 159).
12. Pengaturan tanggung jawab calon atas kerusakan yang dilakukan oleh pendukung (Pasal 69 huruf g, Pasal 195).
13. Pilkada serentak (Pasal 3 ayat (1)).
14. Pengaturan ambang batas bagi Parpol atau gabungan Parpol yang akan mendaftarkan calon di KPU (Pasal 40, Pasal 41).
15. Penyelesaian sengketa hanya 2 tingkat, yaitu Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung (Pasal 157).
16. Larangan pemanfaatan program/kegiatan di daerah untuk kegiatan kampanye petahana (Pasal 71 ayat (3)).
17. Gugatan perselisihan hasil Pilkada ke Pengadilan Tinggi atau Mahkamah Agung hanya dapat diajukan apabila mempengaruhi hasil penetapan perolehan suara oleh KPU secara signifikan (Pasal 156 ayat (2).

Agar regulasinya tidak saling bertentangan, Presiden juga menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Perppu Pemda).

Menurut Denny, Perppu tersebut berisi dua hal penting, pertama menghapus tugas dan wewenang DPRD Provinsi untuk mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian gubernur dan atau Wakil Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan atau pemberhentian (Pasal I angka 1).

Kedua, menghapus tugas dan wewenang DPRD Kabupaten/Kota untuk mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Bupati/Wali kota dan/atau Wakil Bupati/Wakil Wali Kota kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian (Pasal I angka 2).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (2/10/2014) menandatangani dua perppu yaitu Perppu No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sekaligus mencabut UU No 22 tahun 2014 yang mengatur pemilihan tidak langsung oleh DPRD dan Perppu No 2 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menghapus tugas dan kewenangan DPRD untuk memilih kepala daerah sebagaimana tercantum dalam UU No 23 tahun 2014 tentang Pemda.
Isi Perppu Pilkada:
1. Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota langsung oleh rakyat (Pasal 1 angka 1 dan Pasal 2)
2. Mencabut dan menyatakan tidak berlaku UU No 22 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, yang mengatur pelaksanaan Pilkada secara tidak langsung oleh DPRD (Pasal 205).
3. Adanya uji publik calon kepala daerah agar dapat mencegah calon yang integritasnya buruk dan kemampuannya rendah. (Pasal 1 angka 2, Pasal 3 ayat (2), Pasal 5 ayat (3) huruf b, dan Pasal 7 huruf d).
4. Penghematan atau pemotongan anggaran Pilkada secara signifikan (Pasal 3, Pasal 65 ayat (1) huruf c, d, e dan f, serta ayat (2), dan Pasal 200).
5. Pembatasan kampanye terbuka agar menghemat biaya dan mencegah konflik horizontal (Pasal 69).
6. Pengaturan akuntabilitas penggunaan dana kampanye (Pasal 74, Pasal 75 dan Pasal 76).
7. Larangan politik uang dan biaya sewa parpol pengusung yang dapat berdampak pada tindakan penyalahgunaan wewenang (Pasal 47).
8. Larangan kampanye hitam yang dapat menimbulkan konflik horizontal (Pasal 68 huruf c).
9. Larangan pelibatan aparat birokrasi yang meyebabkan Pilkada tidak netral (Pasal 70).
10. Larangan mencopot jabatan aparat birokrasi pasca-Pilkada karena dianggap tidak mendukung calon (Pasal 71).
11. Pengaturan yang jelas, akuntabel dan tranparan terkait penyelesaian sengketa hasil Pilkada (Bab XX Pasal 136 sd 159).
12. Pengaturan tanggung jawab calon atas kerusakan yang dilakukan oleh pendukung (Pasal 69 huruf g, Pasal 195).
13. Pilkada serentak (Pasal 3 ayat (1)).
14. Pengaturan ambang batas bagi Parpol atau gabungan Parpol yang akan mendaftarkan calon di KPU (Pasal 40, Pasal 41).
15. Penyelesaian sengketa hanya 2 tingkat, yaitu Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung (Pasal 157).
16. Larangan pemanfaatan program/kegiatan di daerah untuk kegiatan kampanye petahana (Pasal 71 ayat (3)).
17. Gugatan perselisihan hasil Pilkada ke Pengadilan Tinggi atau Mahkamah Agung hanya dapat diajukan apabila mempengaruhi hasil penetapan perolehan suara oleh KPU secara signifikan (Pasal 156 ayat (2).
Agar regulasinya tidak saling bertentangan, Presiden juga menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Perppu Pemda).
Menurut Denny, Perppu tersebut berisi dua hal penting, pertama menghapus tugas dan wewenang DPRD Provinsi untuk mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian gubernur dan atau Wakil Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan atau pemberhentian (Pasal I angka 1).
Kedua, menghapus tugas dan wewenang DPRD Kabupaten/Kota untuk mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Bupati/Wali kota dan/atau Wakil Bupati/Wakil Wali Kota kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian (Pasal I angka 2).
- See more at: http://www.siagaindonesia.com/2014/10/isi-perppu-pilkada#sthash.GbOuiHuf.dpuf
8:15 AM | 1 comments | Read More

Kata Kata Cinta Tentang Perbedaan

Written By Putera Gembala on Monday, September 29, 2014 | 8:05 PM

Cinta bisa mempersatukan perbedaan, memberi warna yang indah di setiap langkah dan memberi noda bila disatukan dengan nafsu angkara. Jika kita menyadari bahwa perbedaan dapat dipersatukan dengan satu jalinan cinta, tentu saja semua akan terasa indah. Seperti dalam syair-syair cinta berikut ini yang membuat kita terhanyut dalam kata-kata sang penulis...

Kata-Kata Cinta Tentang Perbedaan 


Cinta.! bukanlah sekedar gubahan syair yang indah,
atau setangkai bunga mawar yang merah merekah...

Cinta.! sebuah ketulusan kasih sayang dari beningnya jiwa,
terwujud dalam sikap dan perbuatan yang nyata...

Bukalah jubah Agama saat berbicara,
jika kata-kata menutupi dusta belaka...

Tak perlu banyak menggurui dengan nasihat,
jika belati terhunus bersama maksud yang jahat...
simpanlah dengan rapi semua kitab-kitab dan dalil,
jika di air yang keruh begitu senang untuk mengail...

Janganlah menyebut kesucian Nama-Nya,
jika kebenaran hanya menjadi milikmu semata...

Dimanakah letak risalah hikmah dan kebijaksanaan,
jika nafsu yang pandir sangat mudah menuding Kafir...

Tidak ada lagi kebaikan yang mengiringi setiap perbedaan,
jika aqidah kau bawa dalam kancah permusuhan...

saat debu jalanan telah berlalu kau akan lesu dan terkulai,
karena bukan kuda yang kau tunggangi melainkan seekor keledai...

Saudaraku.! marilah duduk bersama dan kembali kepada Rasa Cinta,
dengan Maksud-Nya, Dia telah menciptakan semua keragaman yang ada


8:05 PM | 0 comments | Read More

Khasiat Benalu Mangga, Jeruk, Teh Bagi Kesehatan

Antar Berita menyampaikan Khasiat Benalu Mangga, Benalu Jeruk, Benalu Teh, Benalu Bambu bagi kesehatan, meskipun  hal ini perlu kajian lebih jauh dan mendetail tentang kesehatan secara ilmian. Berikut ini saya sampaikan kutipan Antar Berita.


Benalu (Loranthus, suku Loranthaceae) adalah sekelompok tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis.

Dalam proses kehidupan tanaman benalu, tumbuhan ini menggrogoti  sel tumbuhan inang dan  sering kita jumpai di pohon mangga , randu, belimbing, jambu, teh dan masih banyak lainnya.
Benalu, yang awalnya dianggap parasit bagi sebuah tanaman yang ditumpanginya ternyata memiliki khasiat yang cukup baik bagi pengobatan.

Penyebaran tumbuhan ini dibantu oleh burung. Apabila burung memakan buah, maka bijinya yang lengket akan menempel pada dahan pohon, selanjutnya akan berkecambah dan benalu muda mulai tumbuh.

Beberapa penelitian membuktikan, benalu memiliki efek positif bagi kanker. Di Jerman, untuk mengobati kanker dilakukan dengan memberi suportif obat tradisional kanker berupa ekstrak benalu (mistel).
Obat itu dapat menghambat dan mematikan sel tumor, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh. Mistel (Viscum album) adalah sejenis benalu yang hidupnya menumpang pada pohon apel dan cemara.

Mistel hanya dapat ditemukan di tempat bermusim dingin. Jadi di Eropa banyak sekali ditemukan tanaman jenis itu.
Mistel (benalu) juga dikenal sejak zaman Hipokrates sebagai obat antirematik dan antihipertensi. Pada 1920, Rudolf Steiner menemukan khasiat mistel sebagai obat tradisional kanker.

Obat Suportif

Temuan awal itu terus dikembangkan di Jerman hingga akhirnya diproduksi sebagai obat suportif. Hingga kini para onkolog menggunakannya sebagai obat pendukung dalam penyembuhan kanker.
Secara farmakologis mistel mengandung sejumlah zat bermanfaat seperti flavonoid derivat, alkaloid, inositol, viscinacid, cholin, lektin, dan viscotoxin. Di antara zat-zat tersebut yang paling berperan dalam pengobatan kanker adalah lektin dan viscotoxin.

Lektin berfungsi mengaktifkan sistem imun seperti leukosit, granulosit, makrofag. Sementara viscotoxin berfungsi sebagai racun penghambat dan pembunuh sel kanker. Keduanya membuat mistel jadi efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghambat serta mematikan sel kanker dengan efek samping yang sangat minim.
Karena mistel memiliki zat lektin, seringkali disebut dengan mistel lektin. Di Jerman, penggunaan mistel lektin sudah diterapkan dalam terapi kanker.

Menurut statistik, setelah diobati, umumnya penderita menunjukkan kualitas hidup yang meningkat.
Pada mereka yang telah dikemoterapi, pemberian mistel lektin dapat mengurangi efek akibat kemoterapi. Rasa mual, rambut rontok, pusing-pusing, dan hilangnya nafsu makan bisa diminimalisasi.

Sebagai obat tradisional, masyarakat di berbagai negara sebenarnya juga sudah lama memanfaatkan benalu untuk menyembuhkan beragam penyakit. Seperti bisa dibaca dari naskah kuno Journal of The Asiatic Society of Bengal (1887), keberadaan dan khasiat benalu sudah dikenal luas oleh orang Indonesia sejak lama, khususnya di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Faktanya, catatan-catatan etnobotani menunjukkan, di Jawa pada tahun 1968 benalu sudah digunakan sebagai obat tradisional penyakit cacar air, obat cacar sapi, obat diare, obat cacing tambang, tumor dan obat kanker.

Obat Kanker

Pada 1978 penelitian etnobotani juga memberitahukan, benalu teh kering yang direbut airnya dapat diminum untuk menyembuhkan penyakit kanker rahim dan jenis kanker lain. Pada tahun 1980, giliran benalu sawo dipercaya dapat menyembuhkan tumor payudara.

Pada 1983 ditemukan fakta bahwa benalu jeruk nipis, benalu beringin, dan benalu teh dengan ramuan tertentu dapat menghalau tumor.

Setahun kemudian, penelitian etnobotani sekali lagi menemukan fakta di lapangan, air hasil rebusan benalu dan daun tapak dara (Catharanthus roseus), jika diminum, bisa dimanfaatkan untuk obat tradisional kanker.

Pada tahun 1995, penggunaan benalu sebagai ramuan jamu di Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, sangat marak. Samiran, peneliti tanaman obat di Puslitbang Botani LIPI, Bogor, yang melakukan pengamatan atas maraknya penggunaan benalu itu, sempat menemukan seorang penderita kanker usus yang berhasil sembuh dari penyakitnya setelah meminum rebusan obat tradisional benalu mangga.
Selain di Indonesia, khasiat benalu juga dipercaya masyarakat Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini. Di negara-negara itu, benalu juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Di Indocina, daun benalu Dendrophthoe pentandra sering diramu dengan teh, lalu diminum sebagai obat flu. Larutan daun benalu Scurrula ghacififolia digunakan untuk obat tradisional rematik, obat bisul, serta memperkuat pertumbuhan gigi dan rambut.

Flavonoid

Apa sebenarnya rahasia si buruk rupa itu? Dalam kamus tanaman obat atau Phytochemistry, benalu mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flavonones, c-glycoflavonols dan flavan-3-ols.
Flavonoid berfungsi sebagai pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertanggung jawab pada warna bunga, buah dan daun.

Dalam ilmu farmasi, flavonoid dikenal sebagai senyawa antiradang, antioksidan, pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV, bisa mencegah keracunan hati, antikekebalan lemak, merangsang kekebalan tubuh, sebagai vasodilator (memperlancar aliran darah ), bersifat antialergi dan antikanker.

Keberadaan flavonoid itu didukung zat-zat lain yang juga terdapat pada benalu, seperti proline, hydroproline, myo-inositol, dan shiroinosotils. Sementara benalu famili Loranthaceae diyakini banyak mengandung tanin.
Senyawa ini terdapat pada tanaman benalu berkat hasil kerja sama asam gallic dengan catechin, yang menyebabkan padatnya kadar tanin pada daun dan tangkai batang.

Benalu dikenal sebagai penggemar tumbuhan perdu. Di situ ia biasa membentuk miliu (lingkungan sekitar) yang memberikan kesan rimbun, tidak teratur dan kurang terawat.
Untuk mendapatkan benalu tak sulit. Anda bisa menemukannya di sekitar hutan, tepi jalan, kebun, bahkan tegalan. Tanaman ini berkembang biar dengan cara generatif dan vegetatif (cara pertama, lewat penyebaran biji, dianggap lebih baik dibanding dengan cara kedua).

Jadi tak ada salahnya Anda mulai mencoba melirik si buruk rupa ( benalu) yang ternyata terbukti memiliki beragam manfaat ini bahkan hingga menjadi obat tradisional kanker. (Syaiful Arif dari berbagai sumber, Suara merdeka)






8:57 AM | 0 comments | Read More